Cara Budidaya Kroto di Rumahan

Diposting pada

AnekaBudidaya.Com – Bisnis kroto merupakan salah satu peluang bisnis yang menjanjikan serta menggiurkan. Cara ternak kroto pun cukup mudah untuk dilakukan dilakukan di rumah dengan hanya menggunakan beberapa potongan paralon. Di kalangan pecinta burung kicau, popularitas kroto sangat terkenal karena menjadi salah satu sumber makanan burung yang tinggi protein, karena jika burung memakan kroto maka suara burung akan semakin bagus dan nyaring.

Saat ini, harga kroto terbilang cukup tinggi di pasaran, Ini karena ketersediaan kroto cukup langka dan masih sedikitnya peternak kroto yang ada di indonesia. Meski demikian, banyak pecinta burung kicau yang rela merogoh kocek lebih dalam  hanya untuk mendapatkan kroto ini.

Untuk kalian yang tergiur  berbisnis  ternak kroto. dengan artikel kali ini saya akan membahas  tentang cara membudidayakan ternah kroto sampai panen selamat membaca.

Cara Budidaya Kroto di Rumahan


Cara Budidaya Kroto di Rumahan

Kroto merupakan nama yang dapat digunakan untuk menyebut telur atau larva semut. Kata “kroto” berasal dari bahasa Jawa yang kemudian menjadi populer di tanah air. Kata ini berarti komponen yang terdapat di dalam telur semut ini terdiri atas larva dan pupa. Tampilan fisik kroto sekilas mirip dengan butiran nasi, yakni berbentuk lonjong dan berwarna putih. lalu bagaimana cara berternak kroto di rumahan, agar meraup keuntungan yang berlimpah, mari kita simak artikel cara ternak keroto di rumahan.

1. Menyiapkan Bibit Koloni

Menyiapkan Bibit Koloni

Karena bisa menerima seluruh asupan makanan, bibit kroto akan lebih banyak didapat dari semut rangrang di alam bebas. Kamu bisa mencari bibitnya di sekitaran pohon mangga, mahoni, atau kersen. Lalu ambil sarangnya dengan memotong batang bagian daun, kemudian tempatkan sementara di wadah terbuka agar semut rangrang nggak stres dan pada kabur.

Baca Juga  Cara Ternak Kutu Air

Tapi, kalau kamu kesulitan cari semut rangrang di alam liar, kamu bisa membelinya dari peternak lain. dan kamu pastikan dalam satu koloni bibit tersebut terdapat jenis semut rangrang yang lengkap: ratu semut, prajurit, semut pejantan dan semut pekerja sehingga semut dapat bertelur dengan sempurna.


2. Membuat Kandang dari Paralon

Agar budidaya kroto di rumah akan jadi lebih mudah, sebaiknya kamu menggunakan paralon sebagai tempat media berternak kroto di rumahan. Berikut kelebihan yang ditawarkan kandang paralon dibanding jenis kandang lainnya:

  • Mudah dibuat dan disusun
  • Tahan lama hingga 5 sampai 10 tahun
  • Kedap terhadap cahaya, namun memiliki dua sisi yang saling terbuka
  • Berkat bentuknya yang silinder, bila disusun dengan benar dan rapih dengan posisinya akan saling menguatkan
  • Lebih mudah pada saat proses panen dan meminimalisir kematian koloni setelah panen kroto

Berikut cara membuat kandang kroto dari paralon:

  • Buat sebuah rak susun 2 tingkat. Bisa dibuat menggunakan bambu, kayu, atau besi
  • Tempatkan setiap kaki rak pada bagian wadah yang diisi dengan air atau oli bekas agar koloni semut rangrang tidak akan bisa kabur
  • Pastikan bagian rak tidak saling bersentuhan langsung dengan dinding atau benda yang lainnya
  • Gunakan paralon berdiameter 12 cm dan sesuaikan panjangnya dengan ukuran rak
  • Susun paralon tersebut pada rak, lalu isi bagian paralon dengan dedaunan untuk merangsang semut rangrang membuat sarang dengan sendirinya

Kandang ini harus diletakkan di tempat yang tenang dan terhindar dari gangguan lalu lalang manusia. Lebih baik lagi jika diletakkan dalam ruangan yang cukup tertutup. Ini karena semut rangrang membutuhkan lingkungan yang tenang untuk bertelur secara Maksimal.


3. Menebarkan Bibit Koloni

Menebarkan Bibit Koloni

Setelah kandang siap, langkah selanjutnya adalah menebarkan bibit koloni ke dalam kandang tersebut. Kalau kamu membeli bibit koloni dalam kemasan botol atau toples, potong botol plastik atau buka toples dan letakkan di atas susunan paralon. Koloni tersebut akan dengan sendirinya masuk ke dalam paralon, tapi pastikan paralon tersebut sudah diisi dengan dedaunan. Kalau koloni sudah masuk dan mulai membuat sarang dalam paralon, selanjutnya kamu cukup melakukan pemberian makan rutin saja.

Baca Juga  Cara Ternak Jangkrik

4. Pemberian Pakan

Pemberian Pakan

Koloni semut rangrang membutuhkan dua hal, yaitu protein dan karbohidrat sebagai asupan gizi. Protein ini bisa didapat dari hewan-hewan kecil seperti jangkrik, ulat, belalang, atau cicak. Selain itu, kamu juga bisa memberikan daging ayam rebus dan tulang sapi atau kambing yang telah dipecah hingga sumsumnya keluar. Untuk karbohidrat, kamu bisa memberikan gula pasir yang telah dilarutkan ke dalam air.

Berikut cara memberi pakan koloninya:

  • Letakkan makanan koloni di atas wadah ceper yang kemudian ditempatkan di samping rak.
  • Kalau menggunakan pakan berupa hewan hidup, sebaiknya dilumpuhkan terlebih dahulu agar tidak bisa kabur.
  • Sumber karbohidrat dari larutan gula diletakkan di atas tatakan.


5. Proses Panen

Proses Panen

Pemanenan dapat dilakukan setelah jumlah kroto stabil, yakni sekitar empat hingga enam bulan setelah pembibitan. Umumnya, setelah masa panen, panen selanjutnya dapat dilakukan setiap 15 hingga 20 hari berikutnya. Nah, saat memanen, lakukan cara di bawah ini supaya mudah dan aman.

  • Siapkan wadah berupa nampan yang datar. Buka tutup stoples lalu tuangkan isi kroto di dalam seluruhnya.
  • Pisahkan kroto dari semut rangrang dengan cepat. Jangan lupa gunakan pelindung sarung tangan karet agar terhindar dari gigitan.
  • Masukkan kembali semut rangrang yang sudah dipanen pada stoples yang digunakan untuk ternak tadi. kamu tidak perlu susah-susah, kemudian angkat nampannya dan tuangkan saja semut rangrangnya.
  • Tutup kembali stoples dengan rapat dan letakkan di rak penyimpanan.

Setiap satu stoples, biasanya akan menghasilkan kroto sebanyak satu hingga dua ons. Nah, tinggal kalikan saja dengan dengan jumlah stoples yang kamu budidayakan.


Itulah Teman-teman yang dapat saya sampaikan tentang Cara Budidaya Kroto di Rumahan Menggunakan Paralon [LENGKAP]. tentang artikel di atas semoga teman-teman yang telah membaca mendapat wawasan tambahan dan selamat mencoba semoga sukses dalam membudayakan kroto di rumahan,Terimakasih.

Baca Juga  Cara Ternak Bebek

Baca Juga Artikel Lainnya :