Cara Ternak Cacing Tanah

Diposting pada

AnekaBudidaya.Com – Cacing tanah adalah termasuk salah satu hewan yang tidak memiliki tulang belakang  atau jenis dari invertebrata mungkin kalian sudah tahu dan melihat secara langsung dengan cacing tanah ini, karena cacing tanah sudah tidak asing lagi di telinga kita semua, terutama bagi masyarakat yang tinggal di  daerah pedesaan.

Bagi sebagian orang, hewan cacing merupakan hewan yang cukup menjijikan, namun perlu anda ketahui bahwa sebenarnya cacing tanah memiliki manfaat yang sangat penting bagi kehidupan  manusia khususnya pada dibidang pertanian dan perikanan.

Cara Ternak Cacing Tanah


Mengenal Jenis Cacing Tanah

Ada banyak sekali jenis cacing tanah yang bisa ditemukan didunia, namun yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat khusunya para peternak adalah jenis: Megascolicidae, Lumbricidae, Genus Lumbricus, Eiseinia, Pheretima, Perionyx, Diplocardi dan Lidrillus.

Dari semua jenis cacing tanah diatas tentu semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan pada masing-masing jika diternakan, tetapi hanya ada tiga jenis cacing tanah yang paling populer di indonesia atau diternak di Indonesia yaitu: Pheretima, Perionyx dan Lumbricus.

Karena ketiga jenis cacing tanah tersebut dikenal lebih menyukai media dari bahan-bahan organik atau alami yang berasal dari sampah dapur atau pupuk kandang, sehingga dirasa paling mudah untuk dapat menyediakan media sebagai tempat berternak.


Referensi Cacing Tanah

Dari ke tiga jenis cacing tanah tersebut, jika anda ingin menernaknya kamu disarankan untuk memilih jenis Lumbricus Rubellus, karena jenis cacing ini yang saya rasa paling cocok untuk di diternakan karena cacing jenis ini memiliki vitalitas yang cukup bagus, jika diternakan dengan cara yang baik dan benar maka hasilnya akan bagus juga.

Kelebihan lainnya dari jenis cacing tanah Lumbricus Rubellus adalah dapat menghasilkan telur yang lebih banyak serta kascing yang banyak pula dari pada cacing lainnya, selain itu sifatnya yang relatif pendiam dan tidak banyak bergerak sehingga lebih mudah untuk dilakukan penggemukan pada cacing.

Baca Juga  Cara Ternak Burung Jalak Kebo

walaupun masyarakat telah menganggap remeh cacing tanah, tetapi cacing tanahg memiliki nilai yang cukup melimpah karena banyaknya manfaat dari cacing tanah dan peternak cacing tanah juga khususnya di indonesia masih sedikit.

jika kalian ingin berternak cacing tanah maka kalian dapat mengikuti petunjung dari artikel ini, karena artikel ini akan menuntun kalian dalam berternak cacing yang baik dan benar sampai hasil panen yang akan kalian hasilkan.


Cara Ternak Cacing Tanah Lumbricus Rubellus

Budidaya cacing tanah lumbricus rubellus sebenarnya cukuplah mudah, tetapi agar kamu mendapatkan hasil yang maksimal, maka tentu harus dapat paham dan menegerti cara dengan baik dan benar agar nantinya usaha ternak cacing tanah ini bisa berjalan dengan lancar, dan berikut langkah-langkahnya sebagai berikut:


1. Persiapan Media Ternak Cacing Tanah

Media Ternak Cacing Tanah

Tahapan pertama dalam berternak cacing tanah maka kamu dibutuhkan berupa media yang mengandung bahan organic yang lebih banyak, bahan organik itu sendiri bisa anda dapatkan dengan mudah yaitu berasal dari pupuk kompos atau pupuk kandang dan lainnya.

Lalu biarkan pupuk tersebut membusuk, karena cacing tanah sangat menyukai media yang mudah membusuk, sebagai sumber makanannya.


2. Persiapan Kandang Ternak Cacing Tanah

Kandang Ternak Cacing Tanah

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan kandang untuk ternak cacing tanah, untuk kandangnya yaitu berbentuk boks/kotak yang terbuat dari kayu dengan ukuran 90 x 50 x 30 cm, dan jumlahnya dapat disesuaikan dengan luas lahan tempat memelihara cacing tanah kamu.

Penempatan pada kandang cacing tanah harus pada lokasi yang terhindar dari sinar matahari secara langsung, karena yang kita tahu cacing sangat sangat sensitive dengan cahaya, untuk bahan kandang cacing tanah harus terbuat dari bahan-bahan yang tidak bisa mudah dapat menembus cahaya, serta lokasinya harus berada ditempat yang mudah untuk kita awasi agar selalu terkontrol.


3. Persiapan Bibit Induk Cacing Tanah

Bibit Induk Cacing Tanah

Dalam usaha ternak cacing tanah, memilih bibit yang unggul adalah suatu hal yang wajib kamu miliki, karena cacing yang sehat akan memiliki potensi dengan pertumbuhan serta perkembangbiakan yang baik nantinya.

Untuk kamu yang pemula atau peternak dalam skala kecil, bibitnya bisa didapat dari alam bebas, yaitu seperti di tempat pembuangan kotoran unggas atau tempat lainnya yang di sukai oleh cacing tanah.

Baca Juga  Cara Ternak Kutu Air

Namun jika anda ingin berternak cacing tanah dalam skala besar, sebaiknya kamu dapat membeli bibit untuk indukan dari penyedia bibit cacing tanah yang sudah terpercaya, agar mendapatkan bibit yang bagus.


4. Penebaran Bibit Pada Media

Apabila semua langkah diatas sudah kamu persiapkan, maka langkah selanjutnya kamu bisa langsung menebar bibit cacing tanah pada media (boks), jangan lupa terlebih dahulu basahi tanah untuk media tersebut dan pastikan PH tanahnya antara 5,5 sampai 7,5.

Untuk isinya yang ideal dalam setiap boksnya cacing tanah adalah sekitar 50 sampai 100 ekor cacing, jadi misalnya kamu ingin berternak cacing tanah untuk 10 boks, maka dibutuhkan sekitar 500 sampai 1000 ekor bibit cacing.

Pada hari pertama penebaran kamu harus selalu memantau dan jika ada cacing yang berusaha keluar dari boks berarti bisa dipastikan bahwa media yang kamu buat tersebut belum nyaman atau tidak pas untuk cacing tanah, hal ini bisa disebabkan karena kadar pH yang tidak tepat atau suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin, jadi yang harus kamu lakukan adalah kamu harus mengganti media sampai benar-benar  cacing tanah nyaman.


5. Perkembangbiakan Cacing Tanah

Perkembangbiakan Cacing Tanah

Cacing tanah adalah tergolong hewan hermaprodit atau mampu berubah jenis kelaminnya sendiri, akan tetapi cacing tanah tetap tidak bisa membuahi dirinya sendiri tanpa ada perkawinan dari cacing tanah lain.

Untuk perkembang cacing tanah biakan cacing tanah tergolong sangat cepat karena dari 100 ekor cacing bisa menghasilkan 100.000 cacing tanah dalam kurun waktu 1 tahun, dikarenakan biasanya sepasang cacing tanah yang kawin akan menghasilkan 1 kokon (telur), yang kemudian telur tersebut akan menetas dalam waktu 2 minggu dan menjadi sekitar 20 ekor anak cacing tanah setiap telurnya (kokon).


6. Perawatan Cacing Tanah

Dalam Perawatan cacing tanah terbilang sangat mudah, karena tidak memerlukan tambahan perawatan khusus yaitu anda cukup memberi pakan pada setiap hari, dan kamu dapat mengganti media bila sudah saatnya di ganti.

Sumber makanan yang di dapat dari cacing tanah yang paling bagus adalah terbuat dari bahan-bahan organic, seperti kompos yang terbuat dari sampah dedaunan kering atau limbah sayuran, sedangkan untuk pupuk kandang yang bagus yaitu dari kotoran sapi atau kerbau.

Makanan yang anda kasih harus dalam keadaan yang gembur atau halus yaitu caranya bisa difermentasi terlebih dahulu. sehingga hasil dari fermentasi dapat dicampur dengan air agar sedikit lembek seperti bubur, untuk takaran pakan yang digunakan dengan perbandingan 1:1, misalnya berat cacing 1kg maka anda harus memberikan pakan cacing tanah sebanyak 1kg juga untuk setiap harinya.

Baca Juga  Cara Ternak Burung Hantu Celepuk

7. Mengganti Media Ternak Cacing Tanah

Dalam usaha ternak pada cacing tanah, hal lain yang harus kamu lakukan adalah megganti media ternak, yaitu apabila media sudah berubah menjadi tanah atau kascing (atau bekas cacing), untuk proses dalam penggantianya pun harus dengan hati-hati agar cacing tanah dan kokon tidak ikut terbuang, penggantian media bisa dilakukan setiap 1 sampai 2 bulan sekali.


8. Pengendalian Hama Atau Penyakit Cacing

Setiap usaha peternakan cacing tanah tentu ada hama atau penyakit yang sering mengganggu, begitupun dalam usaha ternak cacing tanah, adapun hama yang sering mengganggu cacing tanah biasanya berupa hewan predator yaitu seperti: semut, katak, ayam, bebek, dan hewan lainnya, jadi anda harus selalu mengontrol atau menanggulanginya.


9. Masa panen

Masa panen

Apabila budidaya cacing tanah ini sudah anda lakukan dengan tepat, maka hasil dari cacing tanah bisa anda panen setiap 6 bulan sekali, yang cara pemanenanya juga terbilang sangat mudah.

Cara panen cacing tanah yaitu dengan cara kamu dapat memberikan lampu atau cahaya pada dipermukaan media, karena cacing tanah sangat sensitif sama cahaya, maka dengan begitu cacing tanah akan naik pada permukaan dan berkumpul sehingga memudahkan kamu untuk memanen cacing tanah tersebut.

Jika pada saat dipanen cacing tanah masih terdapat Kokon (telur cacing), maka kita harus mengambilnya dan memindahkan ke media yang baru agar kondisi kokon bisa menetas kembali.


Itulah Teman-teman yang dapat saya sampaikan tentang Cara Ternak Cacing Tanah Bagi Pemula Sampai Sukses [LENGKAP]  artikel di atas semoga teman-teman yang telah membaca mendapat wawasan tambahan dan memulai untuk usaha cacing tanah kamu berjalan dengan lancar, Terimakasih.


Baca Juga Artikel Lainnya :