Cara Tanam Buah Lengkeng

Anekabudidaya haii haii haii para budidayawan…. Kembali lagi pada postingan artikel kita kali ini yang dimana kali ini kita akan memberikan kalian informasi terbaru dengan bahasan ” Cara Tanam Buah Lengkeng “… Semoga informasi ini bisa menjadi bekal kalian untuk mulai melakukan penanaman buah lengkeng.. Selamat membaca dan selamat mencoba ….. 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂

Tanaman buah lengkeng atau yang sering disebut dengan nama ilmiahnya Dimocarpus longan merupakan jenis tanaman buah yang dapat tumbuh dengan baik pada kondisi struktur tanah yang gembur dengan struktur pada lapisan tanah yang tebal yang dapat mengikat air dengan cukup baik. Tanaman buah kelengkeng juga dapat tumbuh dengan baik pada jenis tanah seperti: andosol, vertisol, latosol, atau juga pada jenis tanah laterit. pH tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman buah kelengkeng yaitu dengan pH tanah sekitar 5,5 sampai dengan 6,5 dengan kondisi curah hujan sekitar 2.500 sampai dengan 3.000 mm per tahun serta dengan adanya penyebaran yang merata di sepanjang tahunnya. Tanaman buah kelengkeng juga sangat membeutuhkan sinar matahari yang dalam keadaan yang penuh dengan suhu optimum sekitar 21 sampai dengan 33 C dengan kelembaban udara sekitar 66 sampai dengan 90%.

Tanaman buah kelengkeng memiliki ciri – ciri morfologi tanaman, yaitu: pada bagian daun tanaman buah kelengkeng memiliki bentuk kanopi yang menyerupai payung dengan daun yang rimbun seperti halnya pada daun rambutan yang memiliki karakter warna cendrung berwarna hijau tua, pada satu tangkai daun terdiri dari sekitar 3 sampai dengan 6 pasang anak daun yang pada bagian permukaan atas daun berwarna hijau tua mengkilat dengan ukuran panjang sekitar 4 sampai dengan 9 cm dan ukuran lebar daun sekitar 2 sampai dengan 4 cm. Pada bagian batang tanaman memiliki bentuk batang yang bulat dengan sistem percabangan simpodial yang beranting besar serta mendatar. Pada bagian bunga tanaman kelengkeng termasuk ke dalam jenis bunga berumah dua, bunga tanaman kelengkeng memiliki warna yang khas yaitu berwarna coklat kekuningan dengan ukuran bunga yang relatif kecil yang dapat ditemua pada ujungnya yang berbentuk seperti payung yang mengarpu. Pada bagian buah tanaman kelengkeng memiliki buah yang berbentuk lonjong yang berwarna hijau ketika buah tanaman tersebut masih muda dan pada saat buah tersebut sudah tua akan berubah warna menjadi warna coklat. Pada bagian biji tanaman kelengkeng memiliki biji yang berbentuk bulat yang berwarna kehitaman. Sedangkan pada bagian akar tanaman kelengkeng memiliki tekstur akar yang keras yang tumbuhnya menyamping dan memiliki jumlah yang banyak.

Baca Juga  Cara Tanam Pohon Cerme

  1. Proses Pemilihan Bibit Tanaman

Hal utama yang harus diperhatikan di dalam melakukan budidaya tanaman buah kelengkeng adalah pada tahapan proses pemilihan bibit tanaman. Pembudidaya harus memilih bibit kelengkeng yang berkualitas agar hasil panen yang dihasilkanpun memiliki kualitas yang baik. Perbanyakan tanaman kelengkeng dapat dilakukan dengan cara melalui biji tanaman (generatif) dan dengan melalui stek atau cangkok (vegetatif).

  1. Dengan Cara Perbanyakan Melalui Biji

Pilihlah biji yang berasal dari tanaman buah kelengkeng yang sudah tua. Menggunakan biji untuk membudidayakan tanaman buah kelengkeng memiliki kelemahannya yaitu pertumbuhan tanaman buah kelengkeng yang tergolong lambat.

  1. Dengan Cara Perbanyakan Melalui Cangkok atau Stek

Jika ingin melakukan pemilihan bibit dengan cara cangkok yaitu dengan memilih bibit yang berasal dari tanaman induk yang produktif. Jika ingin memperoleh bibit dengan cara stek, pilihlah batang tanaman induk yang baik yaitu yang memiliki ukuran batang tanaman sekitar 15 sampai dengan 20 cm.


  1. Proses Persiapan Lahan Tanam

Setelah melakukan tahapan proses persiapan bibit tanam dalam budidaya tanaman kelengkeng, langkah selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah pada tahapan proses persiapan lahan tanam. Lahan yang dipersiapkan untuk budidaya tanaman kelengkeng adalah lahan dengan kondisi paparan sinar matahari penuh, hal tersebut bertujuan agar tanaman kelengkeng dapat berbuah dengan lebat. Lakukanlah juga penmbahan unsur hara berupa pupuk dasar sebelum lahan tersebut digunakan untuk proses penanaman.


  1. Proses Pengairan dan Pemupukan

Setelah melakukan tahapan proses persiapan lahan tanam dalam budidaya tanaman kelengkeng, langkah selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah pada tahapan proses pengairan dan pemupukan. Proses penyiraman pada tanaman kelengkeng dapat dilaukan dengan intensitas penyiraman sekitar dua kali sehari pada waktu pagi dan sore hari. Sedangkan proses pemupukan dapat dilakukan dengan memberikan pupuk dasar pada awal proses penanaman dan setelah tanaman tersebut tumbuh besar sudah dapat juga diberikan pupuk susulan dengan menggunakan pupuk kandang dengan intensitas pemberian pupuk sekitar satu bulan sekali.

Baca Juga  Cara Budidaya Kurma Amer Hajj

  1. Proses Perawatan Tanaman

Setelah melakukan tahapan proses pengairan dan pemupukan dalam budidaya tanaman kelengkeng, langkah selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah pada tahapan proses perawatan tanaman. Proses perawatan tanaman dalam budidaya tanaman kelengkeng dapat dilakukan dengan cara penggemburan tanah, pemangkasan, penyiangan dan pemberantasan hama. Penggemburan tanah dapat dilakukan secara rutin pada area sekitar tanaman tersebut dengan tujuan agar akar tanaman dapat bergerak lebih leluasa. Pemangkasan haruslah dilakukan secara rutin pada ranting tanaman yang sudah mulai tumbuh rimbun tidak beraturan supaya tanaman tumbuh lebih produktif. Penyiangan gulma dapat dilakukan dengan melihat kondisi disekitar tanaman, jika diseitar tanaman sudah mulai ditumbuhi gulma atau tanaman liar sudah mulai harus dilakukan penyiangan. Sedangkan untuk pemberantasan hama dan penyakit berupa semut dan cendawan dapat dilakukan dengan cara memangkas rannting yang terinfeksi serta yang berjenis ulat penghisap dapat diatasi dengan menggunakan insektisida untuk dapat memberantas hama tersebut.


  1. Proses Panen Tanaman

Setelah melakukan tahapan proses perawatan dalam budidaya tanaman kelengkeng, langkah selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah pada tahapan proses panen tanaman. Proses panen tanaman kelengkeng dapat dilakukan pada saat matahari tidak terik yaitu pada pagi dan sore hari dan dilakukan satu kali untuk satu pohonnya. Adapun ciri – ciri tanaman yang siap untuk dipanen adalah sebagai berikut:

  1. Tanaman tersebut telah berumur sekitar 4 sampai dengan 6 bulan setelah munculnya bunga.
  2. Buah pada tanaman telah berwarna coklat tua.
  3. Buah tersebut memiliki rasa buah yang manis.

Demikianlah informasi yang telah disampaikan pada postingan artikel kali ini yang membahas tentang ” Cara Tanam Buah Lengkeng “… Semoga informasi yang sudah disampaikan tersebut dapat bermanfaat untuk para pelaku budidaya atau yang baru akan mencobanya.. So,, tetap stay di web anekabudidaya.com yaaaa..,,,, karena masih banyak informasi – informasi yang tidak kalah menarik lainnya yang akan kami berikan kepada para budidayawan… 🙂 🙂 🙂 🙂

Baca Juga  Cara Menanam Buah Kiwi

Berikut Artikel Terkait Lainnya