Cara Budidaya Tanaman Rempah Temulawak

Anekabudidaya haii haii haii para budidayawan…. Kembali lagi pada postingan artikel kita kali ini yang dimana kali ini kita akan memberikan kalian informasi terbaru dengan bahasan ” Cara Budidaya Tanaman Rempah Temulawak “… Semoga informasi ini bisa menjadi bekal kalian untuk mulai melakukan penanaman tanaman rempah temulawak.. Selamat membaca dan selamat mencoba ….. 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂

Tanaman temulawak merupakan salah satu jenis tanaman herbal asli Indonesia. Temulawak yang memiliki nama latin Curcuma Xanthoriza Roxb ini memiliki sebutan yang berbeda – beda dibeberapa daerah antara lain: temulawak (Jawa), temulabak (Madura), tetemulawak (Sumatera) serta temun besar, koneng gede (Sunda). Rmpang temulawak sudah lama dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia untuk berbagai keperluan diantaranya sebagai pewarna alami, bumbu masakandan bahan minuman penyegar. Selain itu, temulawak juga berkhasiat untuk mengobati masuk angina.


  1. Proses Pemilihan Lahan Tanam

Sebelum melakukan penanaman, lahan harus diolah terlebih dahulu dengan cara dicangkul agar gembur. Pencangkulan dilkukan sebanyak 2 sampai dengan 3 kali. Untuk meningkatkan kesuburantanah setelah tanah diratakan, taburkan pupuk kandang di atasnya dengan dosis kira – kira 2 kg/m2. Kemudian buatlah lubang tanam dengan ukuran 20 sampai dengan 40 cm x 20-40 cm x 20 sampai dengan 40 cm. jarak antar lubang sekitar 60 cm x 60 cm atau bias dengan luas lahan. Selanjutnya taburkan pupuk kandang sebanyak 20 sampai dengan 30 g pada tiap lubang tanam.

Baca Juga  Cara Menanam Bunga Alamanda

  1. Proses Pemilihan Bibit Tanaman

Untuk memperoleh bibit yang berkualitas baik, gunakan rimpang yang berumur 9 bulan. Sebelum ditanam padalahan tanam, rimpang- ripang terlebih dahulu ditunaskan pada media jerami yang sudah diatur kelembababnyya yang bearada ditempat yang teduh dan lembab. Waktu penunusan sekitar 2-6 minggu. Kemudian setelah tunas tumbuh, rimpang tersebut dipotong – potong. Dalam setiap potongn harus terdapat 2-3 mata tunas. Lakukan penyortiran untuk memilih rimpang yang bertunas sehat dan seragam. Selanjutnya, rimpang – rimpang tersebut ditanam pada lahan tanam yang telah tersedia.


  1. Teknis Penanaman

Waktu penanaman temulawak yang baik adalah pada awal musim hujan. Caranya, bibit tanaman ditanam pada lubang – lubang tanam yang trsedia dengan kedalaman 7,5 sampai dengan 10 cm. tunasnya harus menghadap ke atas, jangan sampai terbalik. Satu lubang tanam untuk satu bibit. Setelah itu lubang tanam yng sudah terisi bibit ditutup kembalidengan tanah.


  1. Proses Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan tanaman mencangkup pemupukan, penyulaman, penyiangan, pembumbunan, pengairan dan pengendalian hama. Tanaman juga perlu diberi penambahan pupuk buatan untuk lebih meyehatkan tanaman seperti: pupuk KCI, TSP atau SP-36 dan urea, masing – masing pupuk dengan dosis yang berbeda. Pupuk urea dosissnya 13 g/m2, TSP atau SP-36 14 g/m2 dan KCI 14 g/m2.

Penyulaman dilakukan terhadap bibit yang tumbuh tidak normal atau mati. Bibit yang dibuat menyulam harus berumur sama dengan tanaman ynag mati. Waktu pnyulaman adalah 2-3 minggu setelah masa tanam. Pembumbunan tanah dilakukan ketika rimpang – rimpang tanaman tumbuh tersembul ke atas tanah. Sedangkan penyiangan dlakukan ketika ada banyak glma yang mengganggu tanaman.


  1. Proses Pemanenan Tanaman

Waktu pemanenan temulawak pada saat tanaman sudah berumur 9-12 bulan atau 1 tahun. Ciri tanaman temulawak yang sudah cukup umur adalah bentuk daun sudah kering sluruhnya dan menjalur ke tanah. Proses pemanenan sebaiknya menggunakan garpu tanah. Caranya garpu tanah dibenamkan disekitar rumpun kemudian diangkat secara perlahan. Proses selanjutnya, rimpang dijemur supaya tanah yang menempel pada rimpang berguguran. Temulawak yang sudah bersih kemudian ditiriskan.

Baca Juga  Cara Tanam Kembang Sepatu

Demikianlah informasi yang telah disampaikan pada postingan artikel kali ini yang membahas tentang ” Cara Budidaya Tanaman Rempah Temulawak “… Semoga informasi yang sudah disampaikan tersebut dapat bermanfaat untuk para pelaku budidaya atau yang baru akan mencobanya.. So,, tetap stay di web anekabudidaya.com yaaaa..,,,, karena masih banyak informasi – informasi yang tidak kalah menarik lainnya yang akan kami berikan kepada para budidayawan… 🙂 🙂 🙂 🙂

Berikut Artikel Terkait Lainnya