Tips Buddaya Leunca

Diposting pada

Anekabudidaya haii haii haii para budidayawan…. Kembali lagi pada postingan artikel kita kali ini yang dimana kali ini kita akan memberikan kalian informasi terbaru dengan bahasan ” Tips Buddaya Leunca “… Semoga informasi ini bisa menjadi bekal kalian untuk mulai melakukan budidaya leunca… Selamat membaca dan selamat mencoba ….. 🙂 🙂 🙂 🙂

Tanaman leunca atau yang biasa disebut dengan nama ilmiahnya Solanum nigrum L. Merupakan jenis tumbuhan yang masuk ke dalam suku terong – terongan yang bagian pada buahnya dikenal sebagai sayuran dan juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk pengobatan. Tanaman leunca memiliki habitat asal yang berasal dari kawasan Asia Barat. Tanaman leunca juga memiliki habitat yang hidup pada daerah hutan yang brada pada gunung paru. Tanaman lunca memiliki buah yang kecil yang jika buahnya sudah masak akan memiliki warana yang berwarna ungu seprti halnya buah anggur. Tanaman leunca juga merupakan jenis tanaman yang trmasuk tanaman yang memiliki umur yang pendek yaitu seitar 1 tahun. Tanaman leunca memiliki ciri – ciri morfologi dimana tanaman leunca merupakan jenis tanaman semak – semakan yang memiliki ukuran ketinggian tanaman yang mencapai kurang lebihnya sekitar 1,5 meter. Pada bagian akar tanaman leunca memiliki akar yang berjenis akar tunggang dengan warna akar tanaman leunca yang berwarna putih kecoklatan. Pada bagian batang tanaman leunca memiliki batang tanaman yang berbentuk tegak dengan bentuk batang tanamannya juga berbentuk bulat dan memiliki tekstur batang tanaman yang lunak yang batangnya berwarna hijau. Pada bagian daun tanaman leunca daunnnya berjenis daun tunggang yanng daun tanamannya memiliki bentuk yang berbentuk lonjong dan tersebar dengan ukuran panjang daun tanaman sekitar 5,5 sampai dengan 7,5 cm dan memiliki ukuran lebar daun tanaman sekitar 2 sampai dengan 3,5 cm yang pada bagian pangkal daunnya dan pada bagian ujung daunnya memiliki bentuk yanng berbentuk meruncing dengan bagian tepi yang rata, pertulangan daun pada tanaman leunca memiliki bentuk tulang daun yang menyirip dengan ukuran panjang pada tangkai daun kurang lebih sekitar 1 cm yang berwarna hijau.

Baca Juga  Cara Perawatan Gelombang Cint

Pada bagian buanga pada tanaman leunca memiliki jenis bunga yang berjenis majemuk dengan ukuran mahkota bunga yang kecil dan memiliki bentuk bangun bintang yang mahkota bunganya berwarna putih. Sedangkan pada benang sarinya memiliki warna yang berwarna kehijauan dengan terdapat sekitar 5 buah benang sari yang ada pada bagian bunga tanaman leunca dengan tangkai bunga tanaman yang berwarna hijau pucat yang memiliki bulu – bulu. Pada bagian buah pada tanaman leunca dapat berupa buah buni yang memiliki bentuk buah yang berbentuk bulat dan pada saat buah tersebut masih muda buah tersebut berwarna hijau dan ketika buah tanaman leunca sudah mulai tua buat tersebut berwarna hitam, buah tanaman leunca sendiri memiliki ukuran buah yang seperti besarnya kacang kapri. Sedangkan pada bagian biji tanaman leunca memiliki bentuk biji tanaman yang berbentuk bulat sedikit pipih yang memiliki ukuran biji yang berukuran kecil dengan warna biji yang berwarna putih.


Berikut ini adalah hal – hal yang harus diperhatikan dalam menanam tanaman leunca, yaitu:

  1. Proses Persiapan Lahan Tanam

Hal utama yang perlu diperhatikan dalam melakukan budidaya tanaman leunca adalah pada tahapan proses persiapan lahan tanam tanaman leunca. Adapun langkah – langkah yang dapat dilakukan dalam proses persiapan lahan tanam adalah sebagai berikut:

  1. Sebelum digunakan, lahan terlebiih dahulu dibersihkan dari gulma ataupun tanaman liar yang mengganggu dengan cara melakukan pembajakan atau pencangkulan.
  2. Buatlah bedengan – bedengan pada lahan dengan menyesuaikan luas lahan tanam yang ada.
  3. Taburkan pupuk organik yang berupa pupuk kandang pada bedengan – bedengan tersebut.
  4. Seteah itu dapat ditaburkan kembali pupuk anorganik dengan dosis pemberian yang tidak terlalu banyak atau diberikan secukupnya saja.
  5. Lalu campurkan ke dua pupuk tersebut dan tanah hingga merata.
  6. Biarkanlah selama kurun waktu sekitar 2 sampai dengan 4 hari, lalu barulah buat lubang tanam dengan jarak tanam sekitar 40 cm x 40 cm.
Baca Juga  Cara Menanam Bawang Putih Dengan Mudah

 

  1. Persiapan Bibit Tanam

Setelah melakukan tahapan pada proses persiapan lahan tanam dalam budidaya tanaman leunca, langkah selanjutnya yang harus diperhatikan adalaha pada tahapan proses persiapan bibit tanaman. Prose perbanyakan tanaman dalam budidaya tanaman leunca dapat dilakukan dengan menggunakan biji dari tanaman tersebut. Pilihlah biji yang berasal dari induk tanaman yang memiliki kualitas yang baik dan tanaman yanng sehat. Kemudian barulah dapat melakukan persemaian biji tanaman terlebih dahulu ketika bibit tanaman tersebut sudah berumur sekitar 1,5 bulan, lalu pindahkan bibit tanaman tersebut ke lahan tanam yang telah dipersiapkan.


  1. Proses Penanaman dan Perawatan Tanaman

Setelah melakukan tahapan pada proses persiapan bibit tanaman dalam budidaya tanaman leunca, langkah selanjutnya yang harus diperhatikan adalaha pada tahapan proses penanaman dan perawatan tanaman leunca. Proses penanaman tanaman sudah dapat dilakukan setelah bibit tanamansiap untuk dipindahkan pada lahan tanam yang telah disediakan. Bibit tanam dapat langsung dimasukan pada lubang tanam yang disediakan. Setelah melakukan proses penanman dapat dilanjutkan dengan melakukan proses perawatan tanaman. Proses perawatan tanaman dapat dilakukan dengan cara:

  1. Penyiangan, penyiangan dilakukan untuk menghilangkan gulma atau tanaman liar lalinnya yang dapat mengganggu pertumbuhan pada tanaman. Penyiangan dapat dilakukan dengan intensitas waktu sekitar 2 minggu sekali.
  2. Penyemprotan, penyemprotan dapat dilakukan dengan intensitas waktu penyemprotan sekitar 1 sampai dengan 2 minggu sekali, hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar tanaman terhindar dari hama dan penyakit yang akan merusak tanaman tersebut.
  3. Pemupukan, pemupukan susulan dapat dilakkan ketikan tanaman telah berumur sekitar 10 hari setelah masa tanam tanaman ke lahan tanam dengan dosis yang disesuaikan.
  4. Penyiraman, penyiraman dilakukan secara rutin pada waktu pagi dan sore hari yang tentunya tetap harus menyesuaikan dengan cuaca dan kondisi lahan tanam.
Baca Juga  Cara Melakukan Pembudiayaan Alamanda

  1. Proses Panen Tanaman

Setelah melakukan tahapan pada proses penanaman dan perawatan tanaman dalam budidaya tanaman leunca, langkah selanjutnya yang harus diperhatikan adalaha pada tahapan akhir yaitu pada proses panen tanaman leunca. Proses pemanenan pertama pada budidaya tanaman lunca dapat dilakukan ketika tanaman berumur sekitar 3 sampai dengn 4 bulan dari masa penyebbaran tanaman. Pemanenan dilakukan pada buah yang hampir tua. Proses panen dalam budidaya tanaman leunca dapat menghasilkan panen kurang lebih sekitar 2,5 ton/ ha

 

Demikianlah informasi yang telah disampaikan pada postingan artikel kali ini yang membahas tentang ” Tips Budidaya Leunca  “… Semoga informasi yang sudah disampaikan tersebut dapat bermanfaat untuk para pelaku budidaya atau yang baru akan mencobanya.. So,, tetap stay di web anekabudidaya.com yaaaa..,,,, karena masih banyak informasi – informasi yang tidak kalah menarik lainnya yang akan kami berikan kepada para budidayawan… 🙂 🙂 🙂 🙂

Berikut Artikel Terkait Lainnya