Cara Budidaya Jeruk Sate atau Citrus hystrix

Anekabudidaya haii haii haii para budidayawan…. Kembali lagi pada postingan artikel kita kali ini yang dimana kali ini kita akan memberikan kalian informasi terbaru dengan bahasan ” Cara Budidaya Jeruk Sate atau Citrus hystrix “… Semoga informasi ini bisa menjadi bekal kalian untuk mulai melakukan budidaya jeruk sate.. Selamat membaca dan selamat mencoba ….. 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂

Bibit Jeruk Purut

Tanaman jeruk sate atau yang sering dikenal dengan nama ilmiahnya Citrus hystrix merupakan jenis tanaman yang memiliki habitat asli pada daerah yang memiliki iklim tropis. Tanaman jeruk purut dapat tumbuh dengan baik pada kondisi lahan yang cukup akan paparan sinar matahari. Tanaman jeruk purut juga dapat tumbuh pada daearah dataran rendah sampai dengan daerah yang berada pada dataran tinggi yaitu pada daerah yang beriklim tropis ataupun beriklim subtropis. Tanaman jeruk purut dapat hidup pada tanah gembur yang memiliki kandungan organik yanng cukup tinggi yang terkandung di dalamnya dengan pH tanah sekitar 6 sampai dengan 7 serta kondisi tanah tersebut bebas dari gulma atau tanaman liar lainnya, tanah tidak tergenang air dan tidak terlalu basah. Sedangkan iklim dan suhu yang baik untuk budidaya tanaman jeruk purut adalah pada daerah yang memiliki iklim yang kering serta suhu ideal daerah tersebut sekitar 15 sampai dengan 31 C atau juga pada suhu 61 sampai dengan 86 F. Tanaman jeruk purut juga dapat tumbuh dengan bik pada ketinggian lokasi yang mencapai ketinggian sekitar 500 sampai dengan 1.000 meter di atas permukaan laut dan untuk daerah pada dataran rendah dengan ketinggian sekitar 200 sampai dengan 300 meter di atas pemukaan laut dengan kondisi curah hujan yang tidak melebihi 100 mm/ bulan serta kelembaban udara sekitar 50 sampai dengan 86%.

Baca Juga  Cara Tanam Buah Raspberry

Tanaman jeruk purut memiliki ciri – ciri morfologi tanaman yaitu: pada bagian daun tanaman jeruk purut memiliki bentuk daun yang berjenis majemuk, daun yang ada pada tanaman jeruk purut memiliki aroma bau yang sangat wangi walaupun daun tersebut telah dipetik sampai dengan satu mingguan lebih, daun tanaman jeruk purut berwarna hijau tua dengan bentuk daun yang menerupai daun pada tanaman jeruk nipis, daun pada tanaman jeruk purut ini juga dapat dimanfaatkan juga sebagai pelengkap bubu dapur yaitu sering dijadikan campuran dalam bumbu pecel atau juga sering dimanfaatkan sebagai penghilang bau amis. Pada bagian bunga tanaman jeruk purut memiliki bunga yang jarang sekali terlihat hal tersebut dikarenakan bunga pada tanaman jeruk purut akan muncul disaat tertentu, bunga pada tanaman jeruk purut juga akan tumbuh sangat lebat ketika sampai pada mmusimnya, bunga tanaman jeruk purut juga memiliki warna yang wangi seperti daunnya, bunga pada tanaman jeruk purut memiliki bentuk yang berukuran kecil dengan berwarna merah yanng dipadu dengan warna putih. Sedangkan pada bagian buah tanaman jeruk purut memiliki buah yang berbentuk tidak rata, buah pada jeruk purut memiliki warna yang berwarna hijau namun ketika buah tersebut sudah matang akan berubah mejadi warna kuning, buahnya memiliki bentuk yang lonjong namun sedikit bulat yang biasanya buah tersebut digunakan sebagai pelengkap pada bumbu masakan.


  1. Proses Persiapan Lahan

Tahapan awal yang perlu diperhatikan dalam melakukan budidaya tanaman jeruk purut adalaha pada tahapan proses persiapan lahan tanam. Lahan tanam dibersihkan terlebih dahulu dari gulma dan rumput liar yang mengganggu. Lakukanlah penggemburan tanah serta buatlah gundukan – gundukan tanah dengan memberi jarak antar tanaman satu dengan tanaman yang lainnya. Kemudian buatlah lubanng tanaman dengan kedalaman lubang tanah menyesuaikan pada akar bibit tanaman terebut.

Baca Juga  Cara Menanam Jeruk

  1. Proses Persiapan Bibit Tanaman

Setelah melakukan tahapan pada proses persiapan lahan dalam budidaya tanaman jeruk purut, tahapan selanjutnya yang harus diperhatikan dalm budidaya tanaman jeruk purut adalah pada tahapan proses persiapan bibit tanaman jeruk purut. Bibit dalam perbanyakan tanaman purut dapat diperoleh dengan cara membeli bibit yang memiliki kualitas yang unggu pada toko – toko pertanian yang ada, hal tersebut dikarenakan kualitas bibit yang akan digunakan untuk budidaya tanaman jeruk purut akan menentukan hasil dari kualitas buah jeruk purut tersebut nantinya.

  1. Proses Penanaman

Setelah melakukan tahapan pada proses persiapan bibit tanaman dalam budidaya tanaman jeruk purut, tahapan selanjutnya yang harus diperhatikan dalm budidaya tanaman jeruk purut adalah pada tahapan proses penanaman tanaman jeruk purut. Proses penanaman lemon pada budidaya tanaman purut dapat dilakukan dengan cara:

  1. Tancapkan bibit yang sudah dipersiapkan pada gundukan yang sudah dibuat tersebut.
  2. Kemudian pembudidaya harus terus memperhatikan bahwa tanaman jeruk purut tersebut mendapatkan cukup paparan sinar matahari.

  1. Proses Perawatan Tanaman

Setelah melakukan tahapan pada proses penanaman tanaman dalam budidaya tanaman jeruk purut, tahapan selanjutnya yang harus diperhatikan dalm budidaya tanaman lemon adalah pada tahapan proses perawatan tanaman jeruk purut. Proses perawatan tanaman jeruk purut dalam budidaya tanaman jeruk purut dapat dilakukan dengan cara pemupukan, pemberantasan hama dan penebangan. Pemupukan dilakukan dengan intensitas pemupukan sebanyak 4 kali di dalam 1 tahun dengan menggunakan jenis pupuk campuran ataupun juga menggunakan jenis pupuk kombinasi pupuk ZK, NPK, pupuk kompos ataupun pupuk kandang dengan dosis pemberian pupuk yang disesuakan pada waktu yang tepat. Pemberantasan hama dan penyakit yang mengganggu tanaman jeruk purut dapat dilakukan dengan cara membuat jebakan pada tanaman tersebut serta dapat dilakukan dengan memberikan penyemprotan peptisida pada tanaman tersebut. Selanjutnya adalah dengan melakukan proses penebangan, penebangan dilakukan pada bagian utama batanng pada tanaman jeruk purut dengan tujuan untuk terus meningkatkan jumlah batang supaya dapat menngkatkan produktivitas dari tanaman jeruk purut tersebu

Baca Juga  Cara Menanam Buah Kiwi

 

  1. Proses Panen

Setelah melakukan tahapan pada proses perawatan tanaman dalam budidaya tanaman jeruk purut, tahapan selanjutnya yang harus diperhatikan dalm budidaya tanaman jeruk purut adalah pada tahapan akhir yaitu pada proses pemanenan tanaman jeruk purut. Proses pemanenan dalam budidaya tanaman jeruk purut dapat dilakukan ketika tanaman jeruk purut terlihat pada bagian buahna yanhg sudah mulai tua serta berumur sekitar 30 minggu setelah proses pembungaan. Akan tetapi, jika tanaman jeruk purut ditanam dengan menggunakan cara vegetatif proses pemanenan tanaman jeruk purut akan lebih cepat.

Demikianlah informasi yang telah disampaikan pada postingan artikel kali ini yang membahas tentang ” Cara Budidaya Jeruk Sate atau Citrus hystrix “… Semoga informasi yang sudah disampaikan tersebut dapat bermanfaat untuk para pelaku budidaya atau yang baru akan mencobanya.. So,, tetap stay di web anekabudidaya.com yaaaa..,,,, karena masih banyak informasi – informasi yang tidak kalah menarik lainnya yang akan kami berikan kepada para budidayawan… 🙂 🙂 🙂 🙂

Berikut Artikel Terkait Lainnya