Bagaimanakah Cara Menanam Brotowali?

Diposting pada

Anekabudidaya Brotowali atau Tinospola Cordifolia termasuk ke dalam jenis tanaman obat tradisional Indonesia yang biasa ditanam dihalaman atau tumbuh liar di hutan. Batang rebusan tanaman brotowali memiliki rasa yang  sangat pahit dan biasanya sering dijadikan obat rematik, mengurangi gula darah, menurunkan suhu panas tubuh, dan membantu mengurangi gejala – gejala kencing manis. Tanaman brotowali dapat tumbuh di daerah dataran rendah ataupun di daerah dataran tinggi dengan ketinggian mencapai 1.600 m di atas permukaan laut. Tanaman Brotowalli menyukai tempat yang terbuka dan sangatlah membutuhkan sinar matahari yang cukup banyak.

                                                    Budidaya Tanaman Brotowali

 

Berikut Cara Menanam Tanaman Brotowali Sebagai Berikut:

  1. Lahan

Dalam membudidayakan tanaman brotowali pemilihan lahan yang tepat merupakan salah satu hal yang tepat dilakukan untuk mendapatkan tanaman brotowali yang baik. Sebaiknya, lahan yang akan disiapkan untuk tempat penangkaran brotowali haruslah disiapkan sebulan sebelum brotowali ditanam, yaitu dengan membuat lubang yang akan ditanam atau alur pada tanaman dengan ukuran 21 cm x 21 cm x 31 cm. Pada setiap lubang yang akan ditanam diberi pupuk kandang dengan kisaran dosis sebanyak 0,75 – 1 kg lalu dicampur dengan tanah ataupun dapat dibenamkan pada alur – alur tanam.

Tanaman brotowali membutuhkan tiang – tiang panjat agar pertumbuhan tanaman brotowali menjadi baik. Tiang – tiang panjat dapat ditanam disamping lubang tanaman sebelum penanaman brotowali. Tiang panjat dapat berupa panjatan hidup atau mati. Tiang panjatan tanaman brotowali dapat menggunakan tanaman brotowali yang tumbuh relatif cepat dan kuat.

Baca Juga  Cara Budidaya Tanaman Kaktus
                                          Lahan Tanaman Brotowali

 

  1. Bibit

Pemilihan bibit dalam membudidayakan tanaman brotowali bibi brotowali biasanya diperbanyak melalui dengan stek batang agar pertumbuhan tanaman brotowali  seragam. Dengan melalui stek, stek batang diambil dari batang yang sehat dan cukup tua. Panjang stek batang tanaman brotowali 6 cm, 11 cm atau 15 cm. Hasil yang dilakukan dalam penelitian menunjukan bahwa panjang stek tanaman brotowali terbaik adalah 10,5 cm. Sebelum ditanam ke lapangan, stek ditanam di polybag yang berisi media tanaman campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1:1. Stek batang ditunaskan selama 2-4 minggu. Untuk mempercepat pertumbuhan tunas dapat digunakan atonik atau air kelapa.

                        Bibit Tanaman Brotowali

 

  1. Teknis Penanaman

Teknis penanaman dalam budidaya tanaman brotowali yaitu pemindahan bibit dilakukan dari polybag ke lapangan adalah dengan merobek salah satu bagian polybag. Kemudian, bibit dipindahkan ke dalam lubang – lubang tanaman dengan cara hati – hati. Tanah disekitar bibit yang ditanam dipadatkan agar bibit tetap menjadi kokoh. Untuk menjaga suhu kelembababan pada struktur tanah dan menghambat adanya gulma sebaiknya diberi mulsa yang berupa jerami, serasah atau daun – daun kering. Jarak antar tanam brotowali yang dianjurkan adalah 1,25 m x 1,25 m.

 

  1. Pemeliharaan

Pemeliharan yang dilakukan pada tanaman brotowali adalah dengan memberikan pupuk. Pupuk yang akan digunakan untuk budidaya tanaman brotowali sebaiknya ialah pupuk organik, baik pupuk kandang maupun pupuk kompos. Penyeediaan pupuk kimia yang akan mempengaruhi kandungan nuutrisi dari tanaman tersebut. Sedangkan unntuk penyiangan tanaman dilakukan pada saat tanaman berumur 1 bulan setelah proses penanaman atau dapat disesuaikan dengan pertumbuhan gulma pada tanamamn. Penyiangan yang dilakukan tidak harus menggunakan herbisida, tetapi secara manual, dengan menarik gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman.

Baca Juga  Cara Menanam Jintan Dengan Mudah

Ketika digunakan panjatan hidup, pemangkasan – pemangkasan pada cabang dan daun tanaman perambat harus dilakukan seccara teratur, hal ini agar tidak mengganggu pertumbuha brotowali tersebuut. lalu, mengatur arah pertumbuhan brotowali harus diatur sedemikian rupa sehingga pertumbuhan cabang tanaman brotowali teratur sehingga mudah untuk panen. Unntuk menarik dan melekatkan sementara cabang – cabanng yang menjuntai dapat digunakan tali plastik atau tali rafia. Cara perambatan gantung ini akan memberikan hasil yang lebih baik dibanding dengan perambata bebas pada tanaman perambat.

Pengendalian penyakit ini bisa dilakukan dengan mengurangi naungan perambat tanaman sehingga kelembaban menurun, terutama dari embun atau air hujan sisa yanng menempel pada permukaan daun. Jamur Collectotricum sp dan Trichocladium sp. Juga bisa menyerang brotowali. Batang yang terinfeksi akhirnya akan menjadi coklat dan kering.

                                         Tanaman Brotowali

 

  1. Pemanenan

Pada tahap pemanenan tanaman brotowali batang brotowali yang dapat dipanen apabila batang tanaman brotowali warnanya sudah menjadi cokelat kehitaman. Panen tanaman brotowali dapat dilakukan dengan cara memangkas batang. Untuk mendapatkan simplisia brotowali, batang dipotongkasar lalu dikeringkan.