Cara Tanam Tanaman Salam

Anekabudidaya haii haii haii para budidayawan…. Kembali lagi pada postingan artikel kita kali ini yang dimana kali ini kita akan memberikan kalian informasi terbaru dengan bahasan ” Cara Tanam Tanaman Salam “… Semoga informasi ini bisa menjadi bekal kalian untuk mulai melakukan penanaman tanaman salam.. Selamat membaca dan selamat mencoba ….. 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂

Salam (Indonesian bay leaf, Indonesian laurel, Syzygibium polyanthum) alah daun aromatik yang digunakan sebagai salah satu item bumbu di Indonesia, Malysia, Thailand sampai ke India. Tetapi di India senddiri, selain daun salam dikenal pul daun tej pat, tejpat atau tejpata (Indian bay leaf, Cinnamomum tejpata). Karen masih satu genus dengan tanaman kayu manis (Cinamamun zeylanicum, Cinamumun burmani), aroma daun tejpat sangat berbeda dengan daun salam yang masuk famili Myrtaceae, Genus Syzigybium. Masakan – masakan India kebanyakan menggunakan bumbu daun tejpat.


  1. Proses Persiapan Lahan Tanam

Lahan untuk menanam salam merupakan lahan dengan tanah gembur atau gmbur berpasir yang tidak mengandung terlalu banyak air. Siapka polybag yang berdiametre 10 cm untuk menanam bibit. Polybag diisi tanah yang sudah bercampur dengan pupuk kanang atau kompos dan pasir, dengan perbandingan antara tanah : pupuk : pasir adalah 3:3:1.


  1. Proses Pemilihan Bibit Tanam

Budidaya tanaman salam bisa dilakukan dengan tiga cara yaitu stek, merunduk dan stek air. Dari ketiga cara tersebut, cara termudah adalah stek. Maka bibit tanamn ini dapat diperoleh dengan cara stek.

Baca Juga  Cara Budidaya Tanaman Kacang Agar Cepat

  1. Teknis Penanaman

Semai tanaman salam tumbuh dengan lambat. Hingga umur satu tahun baru mencapai ketinggian sekitar 10 cm. Pertumbuhan pada tahun ke 2 dan 3 akan lebih pesat, hingga mencapai ketinggian sekitar 60 cm. Semaian tanaman salam baru bisa dipindahkan ke lapangan setelah mencapai ketinggian 1,5 sampai dengan 2 m, yakni pada umur sekitar 5 tahun sejak biji disemai. Pemindahan ke lapangan ketika tinggi tanaman masih di bawah 50 cm, akan berisiko tanaman mati pada musim kemarau. Tanaman salam tumbuh baik dari ketinggian 0 meter dpl sampai 1.500 meter dpl.


  1. Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan tanaman salam meliputi pemupukan, penyiraman dan penyiangan. Pemupukan telah dilakukan pada awal penanaman. Selain pemupukan, tanaman ini juga membutuhkan air yang cukup untuk menunjang pertumbuhan dan perkembanganya. Untuk itu, penyiraman harus dilakukan secara rutin setiap hari. Jika terdapat infeksi atau serangan hama, gunakan pestisida atau bakterisida untuk mengatasinya.


  1. Proses Pemanenan Tanaman

Salam dipanen ranting dan pucuk daunnya. Di Indonesia, pemanenan daun salam dilakukan dengan pemangkasan cabang/ranting. Kemudian daun diseleksi, diikat lallu dibawa ke pasar induk. Dari pasar induk daun salam di distribusikan ke hotel, restoran, asrama dan pedagang sayuran untuk diecerkan langsung ke konsumen. Meskipun merupakan bahan bumbu yang sangat penting, harga dau salam sangat murah. Para pedaganng pengumpul biasanya akan berkeliling, mencapi tanaman salam yang bisa diborong, untuk dipanen daunnya.

Demikianlah informasi yang telah disampaikan pada postingan artikel kali ini yang membahas tentang ” Cara Tanam Tanaman Salam “… Semoga informasi yang sudah disampaikan tersebut dapat bermanfaat untuk para pelaku budidaya atau yang baru akan mencobanya.. So,, tetap stay di web anekabudidaya.com yaaaa..,,,, karena masih banyak informasi – informasi yang tidak kalah menarik lainnya yang akan kami berikan kepada para budidayawan… 🙂 🙂 🙂 🙂

Baca Juga  Cara Melakukan Pembudidayaan Amaryllis

Berikut Artikel Terkait Lainnya