Cara Menanam Pepaya

Diposting pada

Anekabudidaya Tanaman pepaya merupakan jenis tanaman buah dari famili Caricaceae. Tanaman pepaya ini dapat tumbuh di daerah tropis maupun sub tropis. Karena tergolong mudah beradaptasi, tanaman ini banyak dibudidayakan baik secara perorangan maupun untuk keperluan industri. Tanaman pepaya terdiri dari akar, daun dan buah yang mengandung nilai gizi yanng bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh.

Buah pepaya yang telah matang mengandung vitamin A dan vitamin C, juga serat yang baik bagi kesehatan mata, kulit dan pencernaan. Akarnya sendiri dapat digunakan sebagai obat penyembuh sakit ginjal dan sakit kandung kemih. Adapun daunnya selain dapat dimanfaatkan sebagai sayuran olahan daun pepaya juga bisa dikonsumsi sebagai obat dalam bentuk jamu atau lalap – lalapan. Daun pepaya berkhasiat sebagai obat penyembuh penyakit malaria, kejang perut dan sakit panas serta dapat menyembuhkan penyakit beri – beri. Bagi yang kurang suka makan, bisa mencoba mengkonsumsi jamu daun pepaya karena daun pepaya berkhasiat pula sebagai penambah nafsu makan.

Budidaya Pepaya

 

Berikut Ini Cara – cara Membudidayakan Tanaman Pepaya

  1. Lahan

Lahan yang sesuai untuk budidaya tanaman pepaya adalah lahan yang memiliki struktur tanah yang subur gembur dan banyak mengandung humus dengan pH sekitar 6 sampai dengan 7. Tanah juga harus mengandung kadar air yang seimbang yaitu tanah harus cukup air. Artinya yaitu lahan jangan sampai terlalu banyak mengandung air hingga menggenangi tanaman. Lahan yang cukup air akan mendukung pertumbuhan tanaman yang sehat dan subur tetapi air yang terlalu banyak hingga menggenangi tanaman justru akan mengundang penyakit jamur yang akan merusak akar hingga tanaman layu atau matu.

Baca Juga  Cara Tanam Buah Ciplukan Untuk Pemula
                               Lahan Budidaya Pepaya

 

  1. Bibit

Bibit tanaman pepaya bisa diperoleh dari biji yang disemaikan. Biji tanaman pepaya diambil dari buah pepaya yang matang yang dipetik dari pohon pepaya yang sehat, subur dan jangan terlalu tua. Buah pepaya tersebut dibelah untuk diambil biji – bijinya. Selanjutnya, biji – biji pepaya tersebut di cuci bersih hingga kulit yang menyelubungi biji terbuang, lalu diangin – anginkan di tempat yang teduh hingga mengering.

Selanjutnya siapkan polybag yang berukuran 20 x 15 cm. Polybag lalu diisi dengan tanah hasil pencampuran 2 ember tanah yang diayak dan ditambah 1 ember pupuk kandanng yang sudah matang dan sudah menyatu dengan tanah lalu ditambah 50 gram TSP yang dihaluskan. Kemudian biji pepaya direndam dalam larutan fungisida benomyl dan thiram (Benlate T) 0,5 gram/liter dan disemai dalam polybag dengan kedalaman 1 cm, kemudian tutup dengan tanah. Bibit harus disiram setiap hari. Tunas akan muncul setelah bibit berumur 12 sampai dengan 15 hari. Pada umur 45 sampai dengan 60 hari, bibit mencapai ketinggian 15 sampai dengan 20 cm. Pemindahan bibit ke lahan tanam dilakukan saat bibit berumur 2 – 3 bulan. Sebaiknya, pemindahan dilakukan pada awal musim hujan.

                                       Bibit Pepaya

 

  1. Teknis Penanaman

Sebelum dilakukan penanaman, terlebih dahulu lahan dibersihkan dari rumput, semak dan kotoran lainnya. Kemudian lahan dicangkul atau dibajak supaya gembur. Selanjutnya lahan, dibuat bedengan – bedengan yang memiliki lebar 200 sampai dengan 250 cm, tinggi 20 sampai dengan 30 cm dan panjang secukupnya dengan jarak antar bedeng 60 cm. Buat lubang ukuran 50 x 50 x 40 cm di atas bedengan dengan jarak tanam 2 x 2,5 m, ukurlah pH tanah. Apabila tanah yang akan ditanami memiliki pH kurang dari 5, setelah diberi pupuk yang matang, perlu ditambah ± 1 kg dolomit dan biarkan selama 1 sampai dengan 2 minggu. Untuk mendapatkan dolomit kita dapat membelinya di KUD (Koperasi Unit Desa) atau toko tanaman. Setelah itu, tanamlah bibit tanaman pepaya dan tutup dengan tanah.

Baca Juga  Cara Budidaya Buah Talas Colocasia
                                               Penanaman Pepaya

 

  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman pepaya meliputi penyiangan, pengairan dan pemupukan. Penyiangan harus dilakukan ketika tanaman pepaya masih tumbuh kecil. Rumput dan gulma yang ada disekitar tanaman pepaya harus disingkirkan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman pepaya. Tanaman pepaya membutuhkan air yang cukup sehingga harus diairi atau disiram secara rutin. Pupuk juga harus diberikan untuk menambah unsur hara dalam tanah. Pemupukan diatur sebagai berikut:

  1. Setiap minggu setelah bibit ditanam, diberi pupuk kimia dengan percampuran 50 gram ZA, 25 gram urea, 50 gram TSP dan 25 gram KCI.
  2. Satu bulan kemudian, lakukan pemupukan susulan dengan komposisi 75 gram ZA, 35 gram urea, 75 gram TSP dan 40 gram KCI
  3. Saat tanaman berumur 3 sampai dengan 5 bulan lakukan pemupukan susulan dengan komposisi 75 gram ZA, 50 gram urea dan 75 gram TSP serta 50 gram KCI
  4. Saat tanaman berumur 6 bulan dan seterusnya pemupukan dilakukan sebulan sekali yaitu 100 gram ZA, 60 gram urea, 75 gram TSP dan 75 gram KCI.

Hama yang menyerang tanaman pepaya adalah kutu tanaman (Aphid). Hewan ini dapat merusak tanaman dengan cara menghisap cairan dengan mulut penghisapnya yang panjang. Sedangkan penyakit yang kerap menyerang biasanya disebabkan oleh jamur dan virus mosaik yang bisa mengakibatkan tanaman mengalami roboh semai dan busuk buah. Untuk memberantasnya bisa dilakukan dengan cara disemprot dengan tepung derris atau tepung belerang. Agar tanaman selalu sehat, terhindar dari serangan hama dan penyakit maka harus selalu dipelihara dengan baik.

                                      Pemeliharaan Pepaya

 

  1. Pemanenan

Tanaman pepaya dapat dimanfaatkan dari daun, buah dan akarnya. Daun pepaya bisa diambil sewaktu – waktu jika diperlukan. Buah pepaya dapat dipanen setelah berumur 9 sampai dengan 12 bulan. Tanda – tanda buah yang sudah siap dipetik adalah warna kulit buahnya mulai menguning. Namun demikian anda juga bisa memetiknya pada saat buah masih mentah untuk keperluan membuat sayur lodeh. Buah pepaya diambil dengan alat dari bambu yang pada ujungnya dibentuk kerucut yang disebut “songgo” agar buah dapat diperoleh secara utuh (tidak pecah atau lecet).

Baca Juga  Cara Menanam Buah Asam
                                           Panen Pepaya