Cara Menanam Kumis Kucing

Diposting pada

Anekabudidaya Kumis kucing yang memiliki nama latin Orthosiphon Aristatus merupakan tumbuhan jenis semak yang menjadi salah satu tanaman obat khas Indonesia. Tanaman kumis kucing diberi nama kumis kucing dikarenakan tanaman ini memiliki bagian benang sari yang panjang dan halus yang menyerupai kumis kucing. Tanaman ini banyak ditemui di negara yang memiliki iklim tropis dan tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai penghias pekarangan karena bunganya yang indah. Selain berfungsi sebagai tanaman hias, tanaman kumis kucing telah lama dimanfaatkan masyarakat sebagai obat herba yang berfungsi untuk menyembuhkan berbagai macam jenis penyakit diantaranya: batu ginjal, hipertensi, diabetes, asam urat, rematik, batuk, sembelit dan encok. Di Indonesia kumis kucing memiliki berbagai sebutan masyarakat di Jawa Tengah dan Jawa Timur menyebutnya remujung, orang – orang Madura menyebutnya songot koceng, semenntara itu orang – orang Sunda menyebutnya kumis kucing.

         Budidaya Tanaman Kumis Kucing

 

Berikut Cara Menanam Kumis Kucing

  1. Lahan

Sebelum tanaman kumis kucing ditanam, lahan harus dilakukan pengelolahan lahan terlebih dahulu yaitu dengan cara lahan dicangkul supaya tanah menjadi gembur. Selanjutnya lahan dibuat bedengan – bedengan. Pada bedengan dibuat lubang tanam untuk dapat memasukan bibit dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 20 cm. Jarak antar tanam 1 m x 1 m atau disesuaikan dengan kondisi pada lahan tersebut. Kurang lebih 1 sampai dengan 2 minggu sebelum dilakukannya penanaman bibit, lubang tanam terlebih dahulu diberi pupuk kandang. Dosis pada pupuk kandanng yang dianjurkan untuk diberikan berkisar 0,5 kg/m2.

                  Lahan Yang Ditanami Oleh Kumis Kucing

 

  1. Bibit

Bibit tanaman kumis kucing dalam membudayakannya didapatkan melalui stek batang yaitu dengan cara mengambil 2 sampai dengan 3 ruas dari batang yang sudah cukup umur yang tidak terlalu muda dengan panjang 25 sampai dengan 30 cm. Selanjutnya siapkan polybag berukuran 10 cm x 15 cm. Polibag yang sebelumnya terlebih dahulu diisi campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1:3. Hasil stek tersebut ditanam pada polybag hingga muncul akar dan daun secara sempurna. Hindarkan polybag dari paparan sinar matahari secara langsung (ditaruh di tempat tertutup). Setelah berumur 1 sampai dengan 1,5 bulan bibit bisa langsung dipindah ke lahan tanam.

Baca Juga  Cara Menanam Tanaman Lidah Mertua
                   Bibit Tanaman Kumis Kucing

 

  1. Teknis Penanaman

Pada umur 1 sampai dengan 1,5 bulan bibit – bibit tanaman kumis kucing tersebut bisa langsung ditanam pada lubang – lubang tanam yang sudah disediakan. Untuk 1 lubang tanam dapat diisi oleh 1 sampai dengan 3 bibit. Setelah itu, lubang tanam yang telah diisi bibit dapat segera ditutup dengan tanah. Selanjutnya pada permukaan tanah diberi mulsa yang berupa jerami, daun – daun kering atau serasah untuk menghambat pertumbuhan gulma dan menjaga kelembaban tanah.

     Tanaman Kumis Kucing Yang Diberi Mulsa

 

  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan pada tanaman kumis kucing meliputi pemupukan, penyulaman, penyiangan serta pengaturan drainase. Pemupukan dilakukan dengan cara menggunakan pupuk kandang yang telah diberikan sebelum masa tanam tanaman. Selain itu, tanaman kumis kucing juga memerlukan tambahan pupuk buatan. Pupuk buatan yang diperlukan adalah pupuk urea, KCI dan SP – 36 atau TSP. Semua pupuk buatan tersebut diberikan pada saat masa tanam. Dosis yang dianjurkan adalah urea 17,5 g/m2, KCI 10 g/m2 dan TSP atau SP – 36 100 kg/ha.

Penyulaman pada tanaman kumis kucing dilakukan ketika tanaman tumbuh tidak normal atau mati. Penggantian jerami juga harus dilakukan ketika sudah terdapat jerami yang membusuk atau rusak. Agar tanaman tumbuh sehat dan subur, penyiangan harus dilakukan secara teratur agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu. Drainase juga harus diperhatikan yaitu jika saluran air sudah dangkal segera dikeruk kembali agar air tidak menggenangi tanaman karena jika tanaman tergenang air bisa menyebabkan kematian.

 

  1. Pemanenan

Pada saat tanaman kumis kucing sudah berumur 3 bulan tanaman kumis kucing biasanya sudah mulai bisa dipanen. Setelah itu, pemanenan dapat dilakukan setiap 2 bulan sekali. Bagian daun yang dipetik berkualitas baik biasanya adalah 6 pasang daun dari pucuk. Tanaman kumis kucing bisa diambil hasilnya hingga berumur sekitar 2 tahun. Setelah itu, tanaman kumis kucing harus diremajakan. Setelah dipetik daun segera dikeringkan dengan cara diangin – anginkan di ruang yang teduh (jangan dikeringkan di bawah sinar matahari secara langsung).

Baca Juga  Cara Budidaya Bunga Kertas Di Halaman
          Kumis Kucing yang Telah Dikeringkan