Cara Menanam Cengkih

Anekabudidaya Cengkih atau cengkeh (Syzygium aromaticum) dalam bahasa inggris  cloves adalah tangkai bunga kering beraroma dari keluarga pohon Myrtaceae. Cengkih adalah tanaman asli Indonesia, banyak digunakan sebagai bumbu masakan pedas di negara – negara Eropa dan sebagai bahan utama rokok kretek khas Indonesia. Cengkih juga sudah sejak lama biasa digunakan untuk bahan bumbu masakan juga sering dijadikan minyak untuk mengobati sakit gigi. Minyak atsiri yang tergantung di dalam bunga cengkih memiliki banyak khasiat dan dapat dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional. Tak hanya bungannya, batang, ranting dan daunn tanaman cengkih juga memiliki minyak namun tak sebannyak pada bunganya.

            Budidaya Cengkih (Syzygium aromaticum)

 

Berikut hal yang dapat dilakukan dalam budidaya tanaman cengkih adalah:

  1. Kondisi Tanah

Cengkih menghendaki tanah yang berstruktur baik yakni gembur, tidak terpadas, tanah liat dan tanah berpasir yaitu tanah vulkanis muda, tanah tersebut kurang cocok untuk tanaman cengkih, terutama tanah berpasir karena terlalu mudah kehilangan air. Namun jika diberikan pupuk organik yang cukup, tanah – tanah tersebut dapat ditanami cengkih. Untuk pemeliharaan tanah sebaiknya dilakukan pencangkulan agar tanah tidak mengeras atau memadat. Pencangkulan dilakukan dua kali dalam setahun terutama diluar tajuk, sedangkan di bawah tajuk cukup dibersihkan dari gulma. Pemeliharaan intensif pada tanaman cengkih ini sebaiknya dilakukan sejak mulai dari persemaian hingga dewasa bahkan sampai panen.

Tanaman cengkih tidak tahan dengan kekeringan maupun air yang berlebih. Tanaman cengkih menghendaki curah hujan antara 2.000 sampai 3.500 mm, tetapi yang merata sepanjang tahun. Namun walaupun banyak membutuhkan air, apabila curah hujan yang terlalu tinggi yaitu di atas 4.000 akan mengakibatkan kematian. Tanaman cengkih sangat cocok dengan temperatur yang hangat dan tidak terlalu lembab karena itu jarak tanam pada pohon cengkih ini harus cukup luas antara 8 x 8 meter. Supaya sirkulasi udara sekitar pohon baik. Tanaman cenngkihpun sangat mebutuhkan sinar matahari yang cukup, terutama pada masa pembungaan.

Baca Juga  Cara Merawat Tanaman Adias
                 Kondisi Lahan Untuk Budidaya Cengkih

 

  1. Teknik Memproduksi Biji Untuk Pembibitan

Untuk memperoleh pohon cengkih yang produktif dan berkualitas, maka para pembudidaya harus bisa memproduksi biji yang berkualitas untuk keperluan pembibitan. Syarat – syrat pohon induk yang layak untuk diambil bijinya:

  1. Pohonnya sehat tidak terserang hama.
  2. Percabangannya mulai dari bawah dan rapat.
  3. Daunnya rimbun dan tidak pernah terserang jamur.
  4. Umurnya lebih dari 10 tahun.
  5. Sedapat mungkin yang berbunga terus menerus setiap tahunnya.

Pohon – pohon yang akan diambil bijinya harus dirawat secara khusu dan diistimewakan, antara lain dengan cara diberi pupuk yang cukup. Dosisi pupuknya harus lebih banyak daripada pohon cengkih yang tidak dibijikan. Tanah disekitar pohon yang akan diambil bijinya harus digemburkan dan bila perlu dengan pupuk kandang.

Pohon – pohon cengkih yang telah terpilih untuk dapat diambil bijinya guna proses pembenian dan pembibitan, sebaiknya sebagian bunganya tidak dipetik dan ditinggalkan 5 sampai 10% tiap pohon. Biji – bijinya yang kualitasnya baik biasanya terletak pada bagian pucuk, karena bijinya lebih besar dan hampir tidak ada yang kosong. Biji – biji yang dipetik adalah biji yang telah berwarna hitam dan ungu serta sebagian ada yang gugur. Biji ini masuk kira – kira bulan Oktober/November. Jadi kira – kira 4 sampai dengan 5 bulan setelah panen atau 9 sampai 10 bulan dari bakal bunga.

             Benih Biji Tanaman Cengkih

 

  1. Persemaian dan Pembibitan

Proses budidaya cengkih biasanya dimulai dari panen biji, pengupasan daging buah, perlu cucian biji, persemaian dan pembibitan. Agar bisa memperoleh dan menghasilkan pohon cengkih yang produktif dan berkualitas maka proses tersebut dilakukan secara baik, cermat dan teliti. Memilih tempat persemaian ada beberapa faktor yang harus diperhatikan antara lain: tanah harus subur dan mudah diairi, tempat persemaian harus terlindung dari angin kencang dan tempat strategis (misalnya mudah mengangkut bibit dan dekat dengan areal tanam).

Baca Juga  Cara Menanam Tanaman Peterseli

Tahap – tahap yang harus dilakukan dalam persemaian:

  • Membuat patok atau tanda pada tanah yang akan dicangkul. Lebarnya maksimal 175 cm dan panjang maksimal 5 meter, atau ditentukan secara kondisional dengan cara melihat lahan atau medan.
  • Di antara bedengan persemaian diberi parit kira – kira 50 cm.
  • Pencangkulan tanah yang akan dibuat bedengan sedalam kira – kira 30 cm.
  • Membersihkan rerumputan dan tanaman pengganggu lainnnya hingga ke akar – akarnya.
  • Pencangkulan diulang tiga kali untuk menggemburkan tanah, kemudian digulut kira – kira 20 cm di atas permukaan parit.
  • Sekeliling tiap bedengan persemaian diberi penahan supaya tanah persemaian tidak larut kena air.
  • Tanah dicampur dengan pupuk kandang yang telah masak rata – rata 10 kg tiap 3 m2 atau kondisional, melihat intensitas kesuburan tanah.
  • Memasang peneduh setinggi rata – rata 2 meter dengan atap alang – alang, daun kelapa atau paranet.
  • Tiap – tiap bedengan disemprot dengan insektisida atau dicampur bubuk incex untuk membunuh ulat tanah, rayap dan lain sebagainya yang senang memakan bibit cengkeh.
                                  Panen Tanaman Cengkih