Tips Perawatan Seledri

Diposting pada

Anekabudidaya haii haii haii para budidayawan…. Kembali lagi pada postingan artikel kita kali ini yang dimana kali ini kita akan memberikan kalian informasi terbaru dengan bahasan ” Tips Perawatan Seledri “… Semoga informasi ini bisa menjadi bekal kalian untuk mulai melakukan perawatan seledri.. Selamat membaca dan selamat mencoba ….. 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂

Tanaman seledri yang biasa disebut dengan nama ilmiahnya (Apium Graveolens) termasuk ke dalam keluarga Umbellieferae, tanaman seledri ini juga merupakan jenis tanaman yang sering dijadikan sebagai tanaman herba. Daun pada tanaman seledri sendiri dapat dikonsumsi sebagai lalapan dan dapat digunakan sebagai penghias hidangan. Biji pada tanaman seledri dapat juga dijadikan sebagai bahan penyedap dan ekstrak minyak seledrinya sendiri dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Untuk melakukan budidaya tanaman seledri pada skala pekarangan seperti dalam pot atau polybag, perbanyakan secara vegetative lebih mudah untuk dapat dilakukan. Perbanyakan vegetative dapat dlakukan biasnya apabila telah memiliki tanaman seledri sebelumnya.


  1. Proses Persiapan Lahan Tanam Tanaman

Hal utama yang perlu diperhatikan dalam melakukan penanaman tanaman seledri adalah pada proses persiapan lahan tanam tanaman seledri. Usaha buddaya seldri sangat cocok dilakukan di dataran tinggi dengan ketinggian 1000 sampai dengan 1200 meter dari permukaan laut. Tanaman seledri ini sangat kurang tahan terhadap curah hujan yang tinggi. Jenis tanah yang baik untuk budidaya tanaman seldri adalah tanah yang gembur dan mengandung banyak bahan organic di dalamnya. Tanaman ini tumbuh baik pada tingkat keasaman pH 5,5 sampai dengan 6,5. Jika tanah terlalu asam sebaiknya tambahkan kapur atau dolomit.

Baca Juga  Tips Budidaya Toge

  1. Proses Persiapan Bibit Tanaman

Benih disemai pada bedengan I dalam alur/larikan sedalam 0,5 cm dengan jarak antar alur 10 sampai dengan 20 cm. Sebelum disemai, benih direndam dalam laruran Previcur N dengan konsentrasi 0,1% selama kurng lebih 2 jam lalu dikeringkan. Tup benih dengan tanah tipis dan siram permukaan bedengan sampai lembab. Untuk menjaga kelembaban persemaian ditutp dengan alang – alang atau jerami dan tinggikan tutup tersebut apabila kecambah telah tumbuh.


  1. Teknis Penanaman

Perbanyakan generative dimulai dengan menyemaikan biji terlebih dahulu. Langkah – langkahnya sebagai berikut: sebelum biji disemai renda terlebih dahulu dalam air hangat kuku (50 sampai dengan 60 C) selama 1 jam. Siapkan tempat persemaian berupa bedengan atau baki semai. Media semai terdiri dari campuran tanah dan kompos yang telah diayak dengan perbandingan 2 : 1. Berikan naungan dengan plastik bening pada bedengan semai untuk melindungi tanaman dari kucuran air hujan langsung dan sinar matahari. Buat alur garitan diatas bedengan sedalam 0,5 cm dengan jak antar alur 10 sampai dengan 20 cm. tebarkan benih kedalam alur tersebut dan tutup tipis dengan tanah lalu siram untuk mempertahankan kelembapannya. Bibit siap dipindahkan ke pot/polybag setelah 1 bulan atau tumbuh 3 sampai dengan 4 helai daun.

Perbanyakan vegetative dilakukan apabila telah memiliki tanman seledri sebelmnya. Cara perbanyakaanya, ambil anakan yang terdapat dalam rumpun tanaman seledriyang telah ada. Kemudian pinahkan ke pot/polybag baru. Settelah bibit siap dipindahkan, siapkan pot/polybag ukuran sedang, isi dengan media tanam yang terdiri dari campuran tanah, kompos dan arang sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Ayak terlebih dahulu bahan – bahan tersebut. Penggunaan arang sekam tujuannya agar media tanam memiliki porositas yang baik dan bobot media menjadi ringan sehingga pot/polybag mudah dipindahkan.

Baca Juga  Tips Budidaya Tanaman Seledri

  1. Proses Pemeliharaan Tanaman

Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore sampai 1 minggu. Setelah itu frekuensi penyiraman cukup dilakukan 2 sampai dengan 3 kali dalam satu minggu, tergantung pada cuaca dan usahakan media tidak terlalu becek dan kereing. Untuk budidaya seldri organic pemberian pupuk organic cair sangat efektif diberikan sebagai pupuk susulan. Frekuensi pemupukan dilakukan setiap 1 sampai engan 2 minggu sekali.


  1. Proses Pemanenan Tanaman

Panen budidaya seledri dapat dilakukan berkali – kali. Panen pertamabiasanya terjadi setelah tanaman berumur 1 sampai dengan 3 bulan setelah tanam, tergantung varietasnya. Tanaman Seledri dipanen dengan cara memotong pangkal batang secara periodic. Frekuensi pemanenan bias dilakukan 1 sampai dengan 2 minggu sekali. Panen berakhir apabila pertumbuhan anakan sudah tidak produktif lagi. Panen juga dapat dilakukan dengan dicabut.

Demikianlah informasi yang telah disampaikan pada postingan artikel kali ini yang membahas tentang ” Tips Perawatan Seledri “… Semoga informasi yang sudah disampaikan tersebut dapat bermanfaat untuk para pelaku budidaya atau yang baru akan mencobanya.. So,, tetap stay di web anekabudidaya.com yaaaa..,,,, karena masih banyak informasi – informasi yang tidak kalah menarik lainnya yang akan kami berikan kepada para budidayawan… 🙂 🙂 🙂 🙂

Berikut Artikel Terkait Lainnya